Selasa, 15 Desember 2020

Jurnal Hexagonia Zona X Pekan 1

Extra Miles

Sembilan orang yang tergabung dalam co-housing kami benar-benar spesial, masing-masing punya spesifikasi yang berbeda. Masing-masing dari kami membawakan tema sharing di co-housing, kesembilan tema yang mencakup keseluruhan sustainable living.

Tema Sharing Kami adalah:

1. Menanam sayur di rumah

2. Sharing dengan platform media online/SWOT Bisnis

3. Ecobrick

4. Sharing pengalaman pembuatan Eco-Enzym

5. Membuat kompos dari sampah rumah tangga

6. Membuat Raised Bed

7. Membuat Preserve Buah

8. Berkebun, Mulai dari mana?

9. Sustainable Living dengan TIK hijau


 Project List kami terdiri dari: 

1. Dinner (diskusi via zoom)

2. Diskusi via WAG

3. Sharing in the House

4. Menyiapkan parade kulwap/sejenis

5. Membuat konten IG/YouTube

6. Bisnis Planning

7. Menyiapkan produk riil/jasa

8. Membuat E-book

9. Pelatihan pendukung


 


Kegiatan yang dilakukan untuk mendukung bagaimana kelompok dapat mewujudkan produk passion, dan produk passion pribadi yang memang di lakukan di rumah masih belum fokus, padahal fokus adalah karakter yang saya ambil.


 

#zonaxtramile

#HexagonCity

#Hexagonia

#ContributiontoNation

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional

Senin, 30 November 2020

Jurna Zona E pekan ke-2

Di zona E pekan ke-2 kami di minta untuk berkontribusi dan berpartisipasi aktif di semua kegiatan Hexagon City. Saya screenshoot aktivitas kontribusi melengkapi template yang telah disediakan.

Join Hexa Link

Join Hexa Market

Follow IG Hexagon City

Follow Panfage FB Hexagon city

Subscribe YouTube Hexagon City

Dukungan pada Parade Project Passion 

Saat huddle dengan co-housing leader, saya malah curhat.......

Saya kurang fokus di grup, karena setelah saya mendirikan bank sampah, rumah saya di banjiri dengan sampah pilahan para tetangga. Setiap hari tetangga terdekat meletakkan pilahan sampah mereka di depan rumah kami. Di satu sisi saya bersyukur apa yang saya canangkan sedikit-sedikit membawa hasil. Ini masih dalam hitungan jari yang bersedia memilah sampah, tapi ternyata sampah plastik dan lain-lain sangat banyak.

Semoga ada jalan solusi agar penanganan sampah anorganik dan organik menemukan arahnya. Lakukan apa yang dapat dilakukan sekarang.

 

#HexagonCity

#Hexagonia

#ContributiontoNation

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional 





Senin, 23 November 2020

JurnalZona E PekanPertama

Bank Sampah PTC akhirnya dapat terbentuk tepat pada hari Senin, tanggal 16 Nopember 2020. Awalnya, saya sebagai ketua PKK sudah lama kepikiran masalah sampah, alhamdulillah punya sekretaris yang juga memikirkan hal yang sama, jadilah kami bergandengan tangan memulai mengajak ibu-ibu komplek perumahan untuk memilah sampah, walau pergerakan masih lambat, lambat laun jumlah ibu-ibu yang perduli sampah bertambah. Kami perlu pendekatan secara personal agar ibu-ibu faham.  

Beberapa sumber ilmu saya pelajari, menambah wawasan bagaimana menangani sampah. Tidak bisa asal pilah harus ada panduannya. Menjadi Milestone saya yang ke dua.

Saya luruskan niat bahwa saya melakukan ini adalah demi menjada bumi, sebagai makhluk Allah mengembah amanah menjaga kelestarian alam.

Didalam grup kami, Co-Housing Gabungan 9, semua saling support. Co-Housing yang awalnya berpenduduk sebelas orang kini tinggal sembilan orang, kami kehilangan dua teman.

Sebagian besar dari kami berasal dari Sustainable Living, hanya satu orang dari Financial. Diskusi seru menentukan milestone satu, dua dan tiga.





Kami masih dalam diskusi apa yang akan kami luncurkan, agak panjang perjalanan dalam menentukan ini. 
 

 

#HexagonCity

#ZonaE

#ProjectPassion

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional

Selasa, 10 November 2020

Jurnal Zona H - Pekan1

Tema dua pekan ini adalah Habit to Nation, bagaimana kami membuat satu habit yang mendukung project kami.

Saya telah menyaksikan bahwa tempat penimbunan sampah sangat menghawatirkan. Sampah organik dan anorganik bercampur, belatung di mana-mana. Saya melakukan pendekatan dan berdiskusi dengan pengelola sampah perumahan kami, agar diijinkan membersihkan lokasi penyimpanan sampah. Saya ungkapkan bahwa saya melihat bagaimana sampah organik dan anorganik bercampur saat truck pengangkut sampah sedang datang mengangkat sampah kami. Lokasi penimbunan sampah yang tidak rapi, bau menyengat ke sekitar mengganggu warga terdekat dengan lokasi penimbunan sampah.

Saya ingin membuat tempat sampah bukan menjadi tempat yang perlu dihindari, karena sampah adalah hasil dari rumah kita, rumah yang bersih, akan menghasilkan sampah yang bersih. 

Semoga project ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan, konsisten mengalokasikan waktu untuk mengurus tempat sampah. 

Saya sudah memulai melakukan pendekatan kepada tetangga untuk memilah sampah dari rumah, sebagai langkah agar sampah anorganik tidak tercampur dengan sampah organik. Masih panjang perjalanan untuk mewujudkan project ini, lakukan bertahap, hasil akan terlihat.

Kami tergabung dalam kelompok yang mayoritas Sustainable Living yang sangat peduli pada sampah rumah tangga, walaupun ada dua orang yang mempunyai passion Financial, kami bergerak dari pengelolaan sampah. 

Milestone 1

- Memperkuat Tim ( dengan habit dan karakter masing-masing)

- Fiksasi Produk, Produk Jasa, dan Platform yang akan di gunakan

-Belajar tentang ilmu yang akan dibutuhkan dalam project dan mengumpulkan materi untuk workshop.

Milestone 2

- Menyusun kurikulum unutk Workshop

- Menyusun Perencanaan bisnis

- Membuat konten untuk edukasi di medsos

Milestone 3

- Memberikan workshop

- pemasaran dan penjaulan produk

- mengisi konten di medsos

Habit yang kami bangun adalah:

 Faktor penghambat:

- Gadget time yang berbeda-beda dari tiap anggota kelompok

- Gangguan mood karena ada anggota yang mengundurkan diri

- komunikasi tiap anggota kelompok kurang aktif

- Tidak sepenuh hati mengikuti bunda produktif

Solusi

- Tiap anggota di harapkan untuk respon saat ada gadget time masing-masing.

- Mengambil hikmah dari keluarnya salah satu anggota kami

- Banyak memulai diskusi saat grup sepi.

- Kembali meluruskan niat untuk mengikuti bunda produktif dengan serius    

 

 

#HexagonCity

#Hexagonia

#HabittoNation

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional

Selasa, 27 Oktober 2020

Tahap Membangun Pondasi Karakter Hexagonia Pekan 1

Dalam sebuah kelompok diperlukan kerjasama untuk mencapai tujuan. Masing-masing anggota harus saling mengisi untuk mewujudkan apa yang di cita-citakan.

Tujuan harus ditentukan, project passion apa yang akan di buat. Anggota kelompok harus saling mendukung agar project passion dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. 

Karakter anggota kelompok akan sangat mempengaruhi kinerja. Bahkan ada karakter yang bisa membuat kelompok menjadi bubar, apabila ada salah satu orang saja yang tidak mendukung, tidak kompak, tidak mau menerima masukan dari orang lain maka project bisa saja menjadi gagal.

Ada pula karakter yang membuat project passion menjadi lambat, bila anggota-anggota dari kelompok tersebut tidak peduli terhadap apa yang telah disepakati, hanya mementingkan kepentingan sendiri, tidak berpartisipasi aktif, project passion akan berjalan kurang maximal.

Kami dari Co Housing Gabungan 9, masing-masing mempunyai karakter kinerja yang menjadi booster akan terwujudnya project passion kami yaitu: DILIGENCE, FOCUS, OPEN MIND, DISCIPLINE, COOPERATIVE, CONSISTENT DAN COMMUNICATIVE. Semoga kami konsisten dengan karakter kami masing-masing, hingga terwujud project passion kami.   


 

#HexagonCity

#Hexagonia

#Character to Nation

#KuliahBundaProduktif 

#InstitutIbuProfesional

Selasa, 20 Oktober 2020

JurnalHexagonia-Zona Passion Pekan 1

Penumpukan sampah di area penyimpanan sampah sebelum diangkut ke TPA, mengakibatkan warga menyampaikan keluhan, warga terdekat dari area penumpukan tidak mau membayar iuran sampah bulanan karena merasa terganggu dengan bau sampah. Mereka bilang akan bayar iuran sampah apabila bau sampah sudah tidak mengganggu mereka lagi. 

Sementara warga yang tidak merasakan bau sampah, mereka merasa telah membayar iuran sampah maka kewajiban mereka telah tunai dilaksanakan. Mereka menuntut pengelola untuk mengatur semua, sementara mereka sendiri tidak bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

Kejadian di atas terjadi di perumahan tempat tingga kami. Beberapa bulan ini saya mencari solusi, mulai dari diri sendiri. Saya membuat eco enzym untuk sampah yang masih segar, telah beberapa kali panen dalam sekala kecil, dalam botol air mineral satu liter, lanjut dengan tempat bekas es krim ukuran delapan liter,lalu lebih besar lagi ember dengan kapasitas delapan belas liter, dan akhirnya sekarang ember dengan kapasitas seratus liter. Saya mulai mengajak tetangga untuk menyetorkan sampah segar ke saya.  

Saya memfasilitasi tetangga yang mau memilah sampah plastik, walau masih minim yang bersedia mengumpulkan hasil pilah sampah rumah tangga, dari sekitar dua ratus lima puluh warga, yang sudah bersedia menyetorkan sampah plastik masih hitungan jari. Saya tidak menyerah, perjalanan masih panjang. 

Sekarang saya mencoba membuat kompos, metode yang saya coba adalah komposter dan pelita. Berharap bisa membuat kompos dengan cara yang mudah dan cepat. 

Life Stage saya saat ini di mulai dari Passion for Service, melayani lingkungan sekitar, mencari solusi demi keberlangsungan alam. Dan Passion for Knowledge, karena saya harus mencari ilmu bagaimana caranya agar saya bisa menangani permasalahan yang ada di perumahan saya.

Life Stage berikutnya adalah Passion for People, perlahan-lahan mengedukasi tetangga tentang pentingnya menjaga lingkungan, mengasah kepedulian, menyadarkan bahwa sampah kita tanggung jawab kita.

Life Stage yang insyaAllah akan menjadi final dari perjalanan saya adalah Passion for Business, dimana saya bisa berbisnis dari sampah, mengais berkah dari sampah, kalau melihat dari banyak pengalaman orang lain, permasalahan sampah sangat potensial menjadi sumber kehidupan banyak orang.

Saya tergabung di Co Housing Gabungan 9, kami ada sebelas orang. Tujuh orang dari kami tergabung dalam Sustainable living, empat orang lainnya dari bisnis dan financial. Projek kami bernama Ecopreneur Hexa City, project jasa seperti menyelenggarakan workshop atau seminar dan konsultasi. Namun tidak menutup kemungkinan dapat menghasilkan produk berupa barang atau tutorial.

Alasan mengapa kami memilih dan membuat project ini adalah: Bahwa setiap pembangunan kota harus memperhatikan keberlangsungan dan selaras dengan alam. Usaha untuk menjaga alam juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan menjadi peluang dalam menambah penghasilan.

 


 #HexagonCity

#Hexagonia

#ProjectPassion

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional

Selasa, 06 Oktober 2020

JurnalHexagonia-Pekan2

Pemilihan Umum di Hexagon City

Memilih calon kandidat walikota merupakan tahapan yang harus kami lewati, ada enam calon terpilih yang semua memiliki visi dan misi inspiratif, Masing-masing calon menawarkan program kerja yang tersusun rapi. Profile calon yang keren-keren. 

Seperti layaknya pemilu, calon-calon di perkenalkan, masing-masing memaparkan program kerja masing-masing, ada kampanye terbuka, kampanye ke region-region, dan yang tak kalah hebat ada pula debat calon. 

Teringat pemilu presiden tahun lalu, pendataan nama pemilih merupakan hal yang penting, sempat berkoordinasi dengan KPU untuk memverifikasi data warga komplek perumahan, sebagai salah satu pengurus diminta untuk bantu petugas karena menentukan hak suara masyarakat. Namun di Hexagon City data pemilih dengan mudah tersusun, karena rapihnya administrasi sejak awal terbentuknya kota.

Pemilu secara online, dibuka selama 24 jam, sudah mantap menetapkan pilihan calon yang akan di pilih, namun belum menyiapkan ID Card, masih belum menyematkan photo di ID Card. 

Di penghitungan cepat, calon yang saya pilih, mendapat suara terbanyak, semoga pilihan saya amanah dan dapat merealisasikan program kerja yang telah di rancang.

 


#HexagonCity

#Hexagonia

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional