Dalam acara Live Walikota Menyapa di rabu malam pekan lalu, dicetuskan bahwa Hexagon City akan di catatkan sebagai "Rekor MURI". Kami berdiskusi di co-housing terkumpul enam suara dari kami yang setuju, termasuk saya. Namun kemudian setelah terkumpul enam suara setuju, muncul satu suara tidak setuju, alasan yang diungkapkan cukup menarik, ia pikir buat apalah kalau cuma sekedar brand, MURI buat apa ya? untuk eksistensi? virtual conference pertama di Indonesia? Jadi nanti Hexagon lebih besar dan exist dari komunitas IP? menurutnya bukan sekedar Rp.35.000, tapi di tengah pandemi begini harus ada solusi untuk member IP juga bisa diarahkan kepada program bisnis kontinuitas berpartner dengan marketplace yang sudah ada atau luar negeri, apalagi kemaren animo hexamarket bagus. Jadi ia rasa kalau MURI itu sudah ketinggalan jaman. Kalau program bisnis semisal aplikasi atau partnering yang exist dampaknya ke banyak orang/Hexagonia, banya Co-House, banyak nama bisa muncul. Kalau MURI yang exist untuk kepentingan siapa? Muri itu seperti bangun lantai tiga sedangkan lantai satu dan dua masih goyang.
Di pekan ke dua ini kami di beri kesempatan untuk melakukan selebrasi, dari mengumpulkan mentimeter kami membuat video, video yang saya buat menampilkan moment saya membuka eco-enzym berumur tujuh hari, dengan gaya menekan bahan organik agar tenggelam dengan kata-kata "Hexagon City itu Sinergi dalam kelompok".
#ZonaN
#HexagonCity
#Pekan2
#BundaProduktif
#InstitutIbuProfesional






Tidak ada komentar:
Posting Komentar